SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
FORUM
  • All
  • Current Issue
  • Fanbase Corner
  • Community Corner
  • Hot Thread
  • Popular Thread
  • Latest Thread
  • Create New Thread
  • Dreamers Citizen Card
Korea > ~~HEART CARRY~~~

~~HEART CARRY~~~

on 07 Februari 2017 | 151 views | 0 replies
Share:
posts : 211
reputation : 12

#Fanfiction #DreamsGotLove

~HEART CARRY~~

Seorang gadis tengah berlari di tengah ramainya pejalan kaki siang ini. Gadis itu terus menerobos orang-orang yang sedang berjalan tidak perduli dia menabrak orang lain.

Yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana dia agar tidak terlambat kuliah.

"Kyaaa! Minggirlah!" teriak gadis itu ditengah koridor kampus yang ramai.
Seluruh orang yang sedang berada ditengah koridor langsung menepi saat mendengar teriakan gadis itu.

Bruk!!
Tanpa sengaja gadis itu menabrak seorang lelaki yang sepertinya tidak mendengarkan teriakan gadis itu.

"Hei! Ka--"

"Maaf maaf aku buru-buru." ucap gadis itu bangkit dan kembali berlari menuju kelasnya. Dia tidak memperdulikan siapa yang dia tabrak.

"Aish dasar gadis itu! Astaga pialanya pecah. Ah otthoke? hyung pasti marah  padaku." lelaki itu kaget saat melihat piala yang akan dia berikan pada agensi sudah terbelah menjadi dua.

"Argh! Bagaiamana ini?! awas saja jika bertemu lagi kau!" lelaki itu terlihat frustasi.

Sedangkan disisi lain Youngjin atau gadis yang membuat keributan tadi bersyukur karena kelasnya belum di mulai.

"Haah syukurlah masih sepi." ucap Youngjin terengah-engah karena berlari tadi.

"Hey!" seseorang menepuk bahu Youngjin. Youngjin membalikan tubuhnya dan mendapati sahabatnya Goo Haera.

"Kau kenapa?" tanya Haera yang melihat sahabatnya terengah-engah.

"Ah tidak apa-apa, ayo kita duduk di pojok sana." Youngjin menarik lengan sahabatnya itu.

"Tunggu dulu. Kau tak tahu?" tanya Haera.

"Tak tahu? Tahu soal apa?" bingung Youngjin.

"Ish dasar kau ini selalu lupa. Kelas hari ini di undur sore nanti, kau lupa?" ucap Haera.

Youngjin mengingat-ingat apa yang dikatakan sahabatnya tadi.
Seketika Youngjin menepuk dahinya.

"Oh iya! Hehe maaf aku lupa" cengir Youngjin.

"Dasar! Oh yaa, apa kau sudah makan?" tanya Haera.

Youngjin hanya menggeleng.

"Kalau begitu ayo kita ke kantin. Aku traktir!" ucap Haera.

"Benarkah?" tanya Youngjin tak percaya.

Haera mengangguk.

"Kalau begitu ayo!" Youngjin mengandeng lengan sahabatnya itu menuju kantin.

Kini youngjin dan Haera sudah ada dikantin menikmati makan siangnya, mereka mendegar terik-teriakan mahasiswa lain.

"Ish mereka ini berisik sekali!" kesal Youngjin karena suara jeritan para mahasiswa yang entah kenapa.

"Omo! Youngjae-ah!"

"Mark!"

"Yugyeomie~~"

Seluruh mahasiswa meneriaki nama-nama yang bahkan Youngjin tak tahu siapa.

Youngjin berusaha mengabaikan suara-suara itu berbeda dengan sahabatnya Haera yang diam mematung menatap kearah keramaian itu.

Youngjin menatap kearah Haera yang diam saja seperti batu.

"Haera-ya? Kau kenapa?" tanya Youngjin khawatir.

"G-Go--Go-GOT7!!" Teriaknya membuat Youngjin kebingungan.

"GOT7? siapa GOT7?" bingung Youngjin.

"Apakah itu semacam acara? Atau benda atau orang? Atau apakah?" youngjin merasa bingung lalu memutuskan mengikuti tatapan Haera.

Dia terkaget saat siapa yang Haera maksud. 7 namja tampan yang sedang duduk di salah satu meja kantin.
Tatapan Youngjin tertuju pada Namja bersurai coklat kemerahan yang sedang meminum sodanya.

'Tampan' puji Youngjin dalam hati.

Dan tatapan youngjin pada namja itu teralihkan pada sosok namja yang berada di sampingnya.

"Sepertinya aku mengenalnya?" Youngjin menatap kearah namja itu.

"Omo!" Youngjin segera mengalihkan tatapannya saat mengingat bahwa namja itu adalah namja yang telah ia tabrak di koridor tadi.

Namun terlambat namja itu sudah mengetahui keberadaan Youngjin.

"Hey!"

Deg!
Jantung Youngjin seakan berhenti berdetak.

"Youngjin-ah Mark memanggilmu" bisik Haera pada Youngjin yang diam membatu.

"Ah n-nee?" gugup plus takut Youngjin.

"Apa kau--"

"Iya hyung, Yeoja ini yang menabrakku di koridor tadi!"

'Mati kau Kim Youngjin!' batin Youngjin.

"Ah an-anu it-itu sebenarnya aku tidak sengaja, aku minta maaf" ucap youngjin.

"Hey maaf kau bilang? Kau tak tahu betapa berharganya pi--"

"Shuut yugyeom! Nona Sepertinya kau harus ikut kami." kata Mark dingin.
Youngjin dapat merasakan aura menakutkan keluar dari mark.

Youngjin yang takut hanya mengikuti apa yang dikatakan Mark.
Tidak lupa Youngjin menarik lengan Haera untuk ikut bersamanya.
....

....

....

....

Mereka ---GOT7-- membawa Youngjin dan Haera ketempat yang jauh dari keramaian.

"Jadi kau yang membuat piala kami pecah?" tanya seorang namja dengan mata sipit.

"Haera-ya dia siapa?" bisik Youngjin takut pada Haera.

"Dia Jaebum, leadernya." balas Haera.

"Ak-aku sudah mengatakanya bahwa aku tidak sengaja" bela Youngjin.

"Kau tahu bahwa piala itu sangat berharga?"

"Sudah kukatakan aku tidak sengaja"

"Tapi kau tak tahu bah--"

"Kau harus mengantinya" seketika tatapan semua orang tertuju pada Mark.

"Hyung apa yang--"

"Bukankah sudah jelas, jika dia yang merusaknya dia harus menggantinya? piala ini bisa kita pesan yang baru dan kita bisa meminta pada Jyp-nim untuk menunda waktu pemberian piala ini." jelas mark.

"Ah Mark hyung benar! Kalau begitu kau harus mengantinya" Kata Jackson menunjuk kearah Youngjin.

"Apa? Aku? Menggantinya?"

"Harga sebuah piala seperti itu 9 juta won" ucap Mark

"Mwo?!!!" kaget Youngjin dan Haera.

"Ya kau gila? Harga sebuah piala seperti itu 9 juta won?" Youngjin tak percaya.

"Jika kau tidak percaya kau bisa melihat ini"
Mark menunjukan layar ponselnya pada Youngjin.

Youngjin membelakan matanya saat melihat harga piala tersebut.

****

"Darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Bahkan jika aku bekerja 3 tahunpun belum tentu terbayar!" keluh Youngjin.

"Haera-ya tidak bisakah kau meminjamkanku uang 9 juta won?"

"Kau ingin aku tinggal dijalanan?" balas Haera.

"Lalu aku harus bagaimana? Aku harus mendapatkan uang 9 juta won sore ini juga Harea-ya"

"Yah tidak ada jalan lain kau harus memilih pilihan kedua, itu bukanlah pilihan yang buruk juga jika menurutku" balas Haera.

"Mwo? Kau gila?"

...

Flashback

"Kami akan memberikan kau dua pilihan, pilihan pertama kau bisa membayar 9 juta won sore ini dan kau bebas, pilihan kedua kau tidak usah membayar 9 juta won tapi kau harus bekerja tanpa bayaran kepada GOT7 selama 2 Bulan Bagaimana? Kau bisa memberikan jawabanmu sore nanti" ucap Mark.

"Apa?!! Bekerja tanpa bayaran?!" kaget Youngjin.

"Hyung! kau yang benar saja?!" ucap Jinyoung tak percaya.

"Tentu saja. Bukankah GOT7 sedang kekurangan staff? Dia bisa di jadikan asisten bukan?" ucap Mark sambil menatap kearah youngjin.

Flashback off

...

"Arrghh bagaimana ini?" Youngjin mengerang frustasi.
Ia melirik jam pada pergelangan lengannya.

"Oh astaga! Aku harus menemui mereka sekarang. Bagaimana ini? bahkan aku belum memiliki uang 9 juta won sekarang?" panik youngjin.

"Kau tidak memiliki jalan lain Youngjin-ah, kau harus memilih pilihan nomor dua, maafkan aku tidak bisa menemanimu untuk bertemu mereka lagi, aku harus segera pulang jika tidak ingin eommaku menyuruhku les memasak lagi" ucap Haera menepuk bahu Youngjin lalu pergi.

Youngjin hanya menghela nafas, membiarkan Haera pulang.
Youngjin sangat tahu bahwa Haera sangat membenci les memasak itu.
Setelah Haera pergi Youngjin memutuskan untuk pergi menuju tempat janjiannya bertemu dengan anggota GOT7.

Youngjin menarik nafas sejenak sebelum masuk kedalam caffe.
Dia mengedarkan pandangannya kearah seluruh caffe mencari orang-orang itu. Sesosok namja dari arah pojok melambaikan tangan padanya.
Diapun mengerti dan menghampiri meja tersebut.

"Duduklah" perintah salah satu dari mereka.

Youngjin pun duduk di hadapan ketiga namja yang ia ketahui adalah line hyung di GOT7. Jangan tanya kenapa youngjin bisa mengetahuinya.

"Jadi, apa kau sudah memutuskan pilihanmu?" tanya namja yang Youngjin ketahui adalah Jinyoung.

Youngjin mengangguk.

"Lalu apa pilihanmu?" tanyanya lagi.

"Emm ak-aku memilih opsi ke--- dua" takut youngjin.

"Sudah kuduga, Baiklah jika kau memilih opsi kedua kau harus tanda tangan disini" Jaebum memberikan selembaran kertas kepada Youngjin.

Youngjin pun mengambilnya dan membacanya. Matanya membelak ketika membaca deretan kata yang ada di atas kertas tersebut.

'Bekerja dan Menuruti semua perintah Member'

Dengan gemetar youngjin menandatanganinya. Setelah itu ia mengembalikanya kembali kepada Jaebum.

"Baiklah kalau begitu ketik nomor ponselmu disini" Jinyoung menyodorkan ponselnya.

Youngjinpun menurutinya seteleh selesai dia mengembalikan ponsel itu.

"Baiklah Youngjin-ssi kalau begitu semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, kami tidak bisa berlama-lama disini, kami harus segera pergi" ucap jinyoung.

"Ah n-nee" gugup Youngjin, dia menatap kearah anggota got7 yang hendak pergi. Dia melihat mark menatapnya dengan tatapan mengejek.

****


Drrt.. Drrt..

Ponsel Youngjin terus bergetar membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya.

Youngjin menatap kearah ponselnya dengan mata masih setengah tertutup.

"Uh nomor siapa ini?" bingung Youngjin sambil mengumpulkan nyawanya yang masih setengah.

Youngjin pun menggeser tombol hijau.

"Yobseo? Nuguseyo?"
......

"Nee?!!"

.......

"Ah iya iya aku akan segera kesana!"

Dengan segera Youngjin bangun dan bersiap.

...

....

...

Youngjin menelusuri deretan gedung-gedung, dia mencari gedung tempat diadakanya konser GOT7.

"Ah ini dia!" ucap youngjin saat sampai di depan gedung yang terdapat banyak poster GOT7 disana.

Youngjin pun segera memutar dan mencari pintu masuk belakang, sesuai dengan perintah Jaebum tadi.

Saat sampai di dalam Youngjin langsung masuk dan mencari ruangan dimana member GOT7 berada.

Youngjin sampai di sebuah ruangan.
Disana terlihat banyak sekali orang yang Youngjin yakini adalah staff, sedang sibuk mengurusi segala hal untuk GOT7.

"Hey kau sudah datang? Kenapa hanya diam disana saja? Cepat kemari!" ucap salah satu member GOT7.

"Ah nee" dengan segera youngjin menghampiri Jaebum.

"Siapa dia?" tanya seorang staff yang sedang mengurusi Jaebum.

"Ah dia orang yang akan membantu para staff disini" jelas jinyoung.

"Ah seperti itu, kalau begitu kau bisa membantu Youngjae merapikan pakaiannya" kata staff itu menunjuk kerah youngjae yang sedang sibuk memakai aksesoris.

"Ah nee" dengan segera Youngjin menuju Youngjae.

"Biar aku bantu" Youngjin merapikan pakaian yang youngjae pakai.

"Oh! Kau? Bukankah kau yang kemarin?" bingung youngjae.

"Ah nee" ucap youngjin sambil merapikan pakaian youngjae.

"Wah aku tidak menyangka kau akan memilih opsi kedua"
Youngjin tidak menjawab, dia hanya terus merapikan tampilan youngjae.

Setelah selesai dengan youngjae, youngjin harus beralih pada member lainnya yaitu Yugyeom.

"Hey kau gadis penabrak! Bantu aku merapikan rambutku ini!" ucap Yugyeom dan dengan segera youngjin pun merapikannya.

Saat Youngjin akan beralih pada member lain, tiba-tiba salah satu sttaf memberikan intrupsi kepada GOT7.

"Baiklah semuanya, Acara akan dimulai 5 menit lagi. jadi bersiaplah" dan seluruh member GOT7 pun bersiap menunggu dibelakang panggung.

Setelah member GOT7 keluar dari ruangan itu, youngjin pun memutuskan untuk mengistirahatkan diri sejenak. Yah tidak terlalu melelahkan juga.

30 menit berlalu, kini member got7 sudah kembali memenuhi ruangan tersebut. Youngjin segera bangkit dan memberikan botol air mineral pada seluruh member. Mark melepas jacket yang ia gunakan dan menyuruh youngjin membawanya.

"Ah gerah sekali. Bawa ini!" ucap mark.

"Sekalian ini" Yugyeompun melepas Jaketnya.

"Ah ini juga"

"Jangan lupa membawa ini"

"Sekalian punyaku" dan kini tangan kanan dan kiri youngjin penuh dengan pakaian member GOT7 yang terbilang cukup berat.

"Oh sini biar kubantu" tiba-tiba jinyoung mengambil alih baju-baju yang dibawa youngjin.

"Ah aniyo tidak usah bia--"

Jinyoung tidak mendengarkan Youngjin, dia terus berjalan menuju tempat menyimpan pakaian.

"Terimakasih" ucap youngjin pada jinyoung.

"Ah tak masalah, maafkan teman-temanku. mereka memang seperti itu" balas jinyoung.

"Ah iya, lagipula itu memang pekerjaanku" ucap youngjin.

"Ah baiklah kalau begitu aku pergi dulu youngjin-ssi" dan setelah itupun jinyoung pergi ke tempat para member berada.


....

......

....

"Aku ingin makan odeng yang di jual didepan toko buku sana" Youngjin yang sedang merapikan barang-barang pun membalikan badannya.

"Ini uangnya dan cepatlah aku tidak bisa menunggu" ucap orang itu meletakan lembaran uang dan pergi.
Youngjin hanya menatap kepergian orang itu.

"Ish menyesal aku menyebutnya tampan dulu" gumam youngjin lalu segera pergi membeli pesanan namja tadi.

....

.....

....

"Bibi tolong bungkuskan aku ini"

"Ah baiklah, tunggu sebentar ahgasi"

Youngjin hanya menatap kearah penjual yang sedang membungkuskan pesanannya.

"Hey!" seseorang menepuk pundak Youngjin.

"Oh jinyoung-ssi!" kaget youngjin saat melihat siapa pelakunya.

"Sedang apa kau disini?"

"Ah aku sedang membelikan pesanan Mark"

"Ahgasi ini pesananmu. Kau ingin pesan apa tuan?" ucap bibi penjual.

"Aku ingin Ini, ini dan itu" ucap jinyoung.
"Baiklah tunggu sebentar"

"Biar aku yang bawakan ke dorm, kau pulanglah" ucap jinyoung mengambil pesanan yang youngjin bawa.

"Tap--"

"Sudahlah biar aku yang membawanya, lagipula member yang lain sudah di dorm saat ini" potong jinyoung.

"Tuan ini pesananmu" ucap bibi penjual, jinyoung pun segera membayarnya.

"Nah ini untukmu, sebaiknya kau segera pulang ini sudah malam tidak baik wanita cantik berkeliaran malam-malam" kata jinyoung memberikan pesanannya tadi.

"Tapi in--"

"Bye~~ sampai ketemu lagi Youngjin-ssi" Jinyoung pergi meninggalkan youngjin.
Sedangkan youngjin entahlah ada perasaan senang di dalam dirinya saat ini. Dia menatap kantung plastik yang ia pegang dan tersenyum.

***

"Youngjin-ssi tolong bawakan ini!"

"Youngjin cepat kemari!"

"Bereskan ini!"

"Bawakan ini"

"Noona cepatlah!"

"Hey ambilkan itu!"

"Rambutku belum di tata!"

Menjadi assisten seperti ini sungguh sangat melelahkan bagi youngjin.
Dia menyesal dulu sudah memilih opsi kedua. Yah walaupun masa bayar hutangnya ini hampir selesai beberapa hari lagi.

Sungguh youngjin sangat kelelahan pasalnya GOT7 mengadakan 2 kali fanmeeting sekaligus dalam satu hari ini ditambah datang kesebuah acara nanti.
Dan youngjin sudah bekerja dari tadi pagi.

"Apa kau lelah?" tanya jinyoung pada youngjin.

"Ah aniyo, aku baik-baik saja" bohong youngjin, ia tidak mau dianggap lemah.

"Aku tahu kau lelah, beristi---"

"Belikan aku americano dingin" Mark tiba-tiba datang.

"Hyung kau tidak boleh terus menyuruhnya, minta staf lain membelikannya, biarkan dia istirahat" ucap jinyoung pada hyungnya itu.

"Kenapa? Bukankah itu pekerjaannya?"

"Tapi hy--"

"Sudahlah tak apa, biar aku belikan" Youngjin bangkit lalu pergi menuju caffe.

Memang selalu seperti ini.
Jinyoung selalu membantu Youngjin disaat kesusahan, mereka bahkan terbilang dekat akhir-akhir ini.
Jinyoung terkadang sering mengantarkan Youngjin pulang.
Berbeda dengan Mark yang selalu saja menyuruhnya membelikan apa yang dia inginkan dan tidak bisa ditolak.

Youngjin senang karena jinyoung selalu membantunya, tapi dia juga merasa aneh pada Mark akhir-akhir ini, pasalnya Mark selalu menyuruhnya membelikan makanan tapi Mark tidak memakanya, malah dia selalu menyuruh Youngjin untuk memakannya.

"Ah kau lelet sekali. aku sudah tidak nafsu memakannya"

"Makanlah aku sudah kenyang"

"Aku tidak suka ini! Kau harus memakanya"

"Sudah kukatakan jangan memberikanya toping seperti ini"

Itulah beberapa alasan yang selalu Mark katakan.
....

....

....

Kini Youngjin sudah kembali dengan 2 gelas Americano di tangannya.
Dia sengaja membeli satu lagi untuk Jinyoung, sebagai ucapan terimakasih karena selalu membantunya.

Tapi sayangnya saat Youngjin sampai di ruangan, para member GOT7 sedang syuting.
Youngjinpun memutuskan untuk duduk disalah satu kursi depan meja rias.

Hari ini sunggu melelahkan baginya.
Tubuhnya membutuhkan istirahat walaupun sebentar.
Youngjin yang awalnya hanya menyandarkan tubuhnya, kini mulai menutup matanya dan tak lama iapun tertidur.

Seorang namja masuk kedalam ruangan tersebut dan mendapati Youngjin sedang tertidur.
Dia mendekati Youngjin, menatap lekat wajah gadis yang sedang tertidur itu.

"Kau pasti sangat lelah, maafkan aku" namja tadipun menyelimuti Youngjin dengan sebuah jacket, sebelum pergi namja itu juga memakaikan sebuah syal pada youngjin, lalu setelah itu pergi.

Tak lama youngjin terbangun, dia kaget saat melihat diatas tubuhnya terdapat jacket dan di lehernya melilit sebuah syal.

"Uh milik siapa ini?" bingung Youngjin.
"Sudah berapa lama aku tertidur? Kenapa disini sepi sekali?" youngjin melihat ruangan yang sudah sepi.

"Astaga! Aku harus segera pulang! Mana tasku mana tasku? ini dia!" youngjin segera berlari keluar.

Tanpa disadari seorang namja melihat kelakuan youngjin, dia tersenyum saat melihatnya.

"Hyung ayo kita harus segera pulang" seseorang menepuk pundak namja itu.

"Nee kajja" balas namja itu sambil tersenyum senang.

***

Hari ini seperti biasa youngjin harus bekerja gratis pada GOT7.
Hari ini GOT7 akan tampil di sebuah acara variety show.

Youngjin saat ini sedang mengurus salah satu member yang selalu membuat rusuh, siapa lagi kalau bukan BamBam.
Hampir setengah jam dia merapikan Bambam tapi tidak selesai-selesai karena anak ini terlalu hyper.

"Bisakah kau diam sebentar? Aku sulit menata rambutmu" ucap youngjin saat bambam mulai menggerakan badannya mengikuti aluan musik yang di setel.

"Ah maafkan aku noona" ucapnya lalu diam.

"Mark kemarilah!" ucap salah satu staf menyuruh Mark duduk di depan kaca rias yang bersebelahan dengan bam-bam.

Youngjin melirik, staf tadi menata rambut Mark. Satu-satunya member yang tidak pernah ia urusi masalah penampilannya.

"Mark bagaimana keadaan keluargamu?" tanya staf itu.

"Ah mereka baik noona, oh ya noona kau pasti yang mengirim foto derp faceku kepada joey kan?" jawab mark.

"Hehe lagian kau terlalu lucu sih" staf itu mencubit pipi mark.

Youngjin yang melihat adegan itu merasakan sesuatu yanh aneh dalam dirinya.
Dia merasakan panas seketika.

'Ish ada apa denganku ini? Kenapa aku jadi panas sendiri melihat mereka? Apa aku cemburu? Ah tidak mungkin! Mana mungkin aku menyukai namja sepertinya?' batin Youngjin.


"Noona. Noona. Youngjin noona!"

"Ah nee ada apa?" kaget youngjin.

"Kenapa kau melamun?" bingung bambam.

"Ah aniyo, memangnya kenapa?"

"Aku ingin bertanya, apa noona memiliki kekasih?"

"Aku tidak punya, waeyo?"

"Jinjja?! Lalu apa noona memiliki seseorang yang di sukai saat ini?" tanya bambam lagi.

"Hmm" youngjin berpikir sejenak, dia melirik kearah mark yang masih di tata lalu setelah itu dia menatap kearah cermin yang menampilkan pantulan sosok Jinyoung disana.

"Entahlah, aku hanya merasa nyaman dengannya belakangan ini" jawab youngjin.

"Woah, apakah orang itu ada diantara kami?"

"Nee..  " jawab youngjin malu.

"Jinjja? Nugu?!" penasaran bam-bam.

"Hmm it--"

"Youngjin-ah bisakah kau membantuku memakai dasi ini?" tiba-tiba jinyoung datang.

"Oh Jinyoung! Kemari biar aku bantu" Youngjin mengambil dasi yang dibawa Jinyoung dan membantu memakaikannya.
Jarak wajah mereka cuku dekat saat ini, dan itu membuat Youngjin gugup.

Mark yang sedari tadi menyimak sekaligus melihat adegan tersebut dari pantulan kaca yang dihadapannya merasa gerah.
Dia mengepalkan kedua lengannya.

"Youngjin-ssi!" Mark setengah berteriak.

Youngjin terkaget saat mendengar Mark memanggilnya seperti orang yang marah.

"N-nee ada apa Mark?" tanya Youngjin.

"Belikan aku latte sekarang!" perintah Mark.

"Tapi ak--"

"Kubilang sekarang!" bentak Mark membuat youngjin terkaget.

"Ba-baiklah, Jinyoung-ah maafkan aku" ucap Youngjin.

"Gwenchana, pergilah" balas Youngjin. Bambam yang melihat kemarahan Mark hanya tersenyum puas, rencanaya berhasil.

.....

...

.....

Youngjin berjalan dengan segelas latte di tangannya. Dia saat ini berada cukup jauh dengan gedung tempat GOT7 syuting, karena memang letak caffenya yang jauh.

15 menit berjalan, akhirnya youngjin sampai. Dia segera masuk dan mencari sosok Mark.

"Huuh untung masih ada" gumam youngjin saat melihat Mark masih di dalam.

"Hmm ini pesananmu" Youngjin menyimpan latte itu di hadapan Mark.

Mark sendirian disana, karena member lain harus melanjutkan scedulnya masing-masing.

Mark menatap kearah Youngjin.
Youngjin yang ditatap Mark hanya menunduk, tidak berani menatap balik.

"Kenapa kau sangat bodoh?" ucap mark.

"Nee?" kaget Youngjin.

"Kau tidak peka!" ucap Mark lagi membuat youngjin kebingungan.

"Apa maks--"

"Aku menyukaimu!" ucap Mark.

"Apa?!" kaget Youngjin.

"Aku menyukaimu Kim Youngjin! Apakah kurang jelas?"

"Bu-bukan seperti itu maksudku, hanya saja kenapa kau bisa menyukaiku?"

"Karena kau cantik, baik, dan bodoh" ucap Mark.
"Yah aku tahu aku tidak memperlakukanmu sebaik Jinyoung, tapi aku melakukan itu semua karena aku ingin mendapatkan perhatian lebih darimu, karena kau selalu saja memperhatikan member lain terlebih Jinyoung! Kau tahu aku tidak mengekspresikan perasaanku secara langsung" tambah Mark yang membuat Youngjin terdiam.

Youngjin merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu terbang didalam perutnya.

"Aah sudahlah lupakan" Mark pun pergi meninggalkan youngjin

Tak lama setelah mark pergi, seorang namja menghampiri Youngjin.

"Sudah? Kajja!" youngjinpun mengganguk.

***

Mark memutuskan kembali ke dorm, entahlah dia merasa kesal. Percuma dia menyatakan perasaannya toh Youngjin menyukai Jinyoung.

Saat memasuki dorm Mark merasa aneh karena lampu dorm mati.
'Ah mungkin member lain belum pulang' batinnya.
Mark pun mencari tombol lampu dan memencetnya.

Dor!
"Saengil chukkae hamnida!!"
Mark terkejut. Dan yang membuatnya paling terkejut adalah Youngjin yang tengah membawa kue ulangtahun.

Setelah selesai menyanyikan lagu ulang tahun, youngjin datang menghampiri Mark.

"Happy birthday Mark, make a wish" kata youngjin di hadapan Mark.

Mark menutup matanya.
"Wishku untuk tahun ini adalah semoga GOT7 semakin sukses, terkenal juga makin kompak dan juga aku berharap gadis yang sedang memegang kue saat ini dapat menjadi kekasihku" kata Mark lalu meniup lilinya.

"So?? What your answer?" tanya Mark di hadapan youngjin yang masih memegang kue.


"Hmm haruskah aku menolak namja yang selalu memperhatikanku secara diam dan merelakan jacket dan syalnya untukku?" ucap youngjin.

"Kau tahu itu?" kaget Mark.

"Tentu saja, aku dapat mengenali parfummu"

"Jadi?"

"I say yes!" ucap Youngjin dan seketika ruangan menjadi riuh oleh suara member lain.

"Yeeayy berhasil!" teriak bambam, sebenarnya semua ini sudah di rencanakan.

"Tunggu dulu! Ini ada yang kurang." teriak Jackson tiba-tiba.
Semua orang menatap bingung kearah Jackson.

bruk!
Jackson melemparkan kue yang youngjin pegang ke wajah Mark.

"Ya!!"

"Nah ini baru sempurna" teriak Jackson dan ruangan kembali ricuh.

Wajah mark kini penuh oleh kue.
"Hey kalian aku tidak akan diam!" mark lari dan mulai mengejar member lain termaksud youngjin.
Semua orang yang ada disana segera berlari mencari tempat berlindung.

Mark merasa senang hari ini adalah dimana hari pertama kalinya Mark dijahili oleh member GOT7 sekaligus hari terbahagianya karena bisa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

"Kuharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir" batin Mark sambil tersenyum.

End.

Help mee guys ~~~
I hope you like it Like and Comen~~~

07 Februari 2017, 09:57
0
0
1


Airy Rooms
FANBASE & COMMUNITY

[WINNER ANNOUNCEMENT] Ramadhan in Love with TVXQ

Kut Jalan Umroh

[VOTE] Yuk Vote Juara K-CHART DREAMERS RADIO Periode 23 Juni - 29 Juni 2018

[VOTE] Yuk Vote Juara K-CHART DREAMERS RADIO Periode 02 Juni - 08 Juni 2018

Cara Agar Wajah Tidak Kusam

RECENT ACTIVE MEMBERS
TOP TAGS
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close