SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
FORUM
  • All
  • Current Issue
  • Fanbase Corner
  • Community Corner
  • Hot Thread
  • Popular Thread
  • Latest Thread
  • Create New Thread
  • Dreamers Citizen Card
Korea > [Fanfic Competition] Yuk Ikutan Kompetisi 'DreamersGOTLove' Untuk Menangin Tiket Fanmeeting GOT7 Flight Log: Turbulence In Indonesia 2017

[Fanfic Competition] Yuk Ikutan Kompetisi 'DreamersGOTLove' Untuk Menangin Tiket Fanmeeting GOT7 Flight Log: Turbulence In Indonesia 2017

DreamersForum on 01 Februari 2017 | 4,622 views | 22 replies
Share:
posts : 239
reputation : 301

Hi Dreamers~smileee
Fanfiction Competition is Back!

Tema: ‘GOT Love’ (Tentang percintaan)

Karakter: GOT7 (Semua/Member favorit)

Syarat:

  1. One shot, 2000-3000 kata
  2. Tidak boleh mengandung SARA, YAOI, Yuri, Unsur Dewasa dan Kekerasan
  3. Berhubungan dengan tema
  4. Original/NO plagiat
  5. Belum pernah dipublikasikan
  6. Alur cerita dan judul tidak pasaran dan harus menarik

 

Caranya:

Posting Fanfiction kamu di dalam page fanfiction.dreamers.id

Sertakan ‘DreamersGOTLove’ pada tags-nya

 

Periode kompetisi: 31 Januari – 14 Februari 2017

 

Pengumuman: 17 Februari 2017

 

Penilaian:

Pemenang akan dilihat dari keseuaian dengan tema,keseruan cerita, jumlah pembaca, likes dan komentar

 

Hadiah: Tiket Fanmeeting ‘GOT7 Flight Log: Turbulence In Indonesia 2017’!

 

01 Februari 2017, 10:15 (Edited on 02 Februari 2017, 15:32)
9
0
posts : 4
reputation : 0

Harus dapettt :"3

01 Februari 2017, 12:38
0
0
posts : 4
reputation : 0

I hope i can get this free ticket, i will make a fanfic, wish my fanfic didn't bad,thanks for this give away!

01 Februari 2017, 14:12
0
0
posts : 1
reputation : 0

berarti kirim ff-nya langsung ke dreamersnya yaa ? tanpa ke whattpad kan ?

01 Februari 2017, 18:09
0
0
posts : 1
reputation : 0

Fanfic nya harus dalam bahasa Indonesia atau boleh bahasa Inggris ya?

02 Februari 2017, 09:40
0
0
posts : 3
reputation : 0

Pas bagian create new itu kategorinya apa?

02 Februari 2017, 11:47
0
0
posts : 10
reputation : 0

Bismillah....... Demi jinyoung....

02 Februari 2017, 23:21
0
0
posts : 1
reputation : 0

Bismillah.... Udah ikut berbagai GA tapi gagal, mudah-mudahan ini rejekinya ketemu Gatsecry

03 Februari 2017, 14:38
0
0
posts : 64
reputation : 12

"I GOT U"

Bae Suzy, ya namaku adalah Bae Suzy. Aku adalah seorang remaja yang cantik, pintar, baik, dan cukup populer. Kehidupan ku semakin lengkap karena di kelilingi oleh lima orang sahabatku. Mark, BamBam, Yugyeom, Youngjae, dan Jackson. Kami memang sudah bersahabat sejak kecil, sebuah kebetulan yang sangat ku syukuri karena orang tua kami memang bersahabat dan perbedaan usia kami tidak jauh, apalagi aku adalah perempuan satu-satunya di gank ini. Oh iya nama gank kami adalah JYP.

Sejak SD-SMP aku tidak pernah berjauhan dari mereka, bahkan aku harus sekolah di tempat yang sama dengan mereka. Disekolah temanku hanya mereka, bahkan aku jarang memiliki teman perempuan, apalagi teman laki-laki karena mereka selalu mengawasiku. Tiba saatnya aku lulus dari SMP, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku ingin sekolah di tempat yang tidak sama dengan mereka. Awalnya mereka tidak memperbolehkan, tetapi karena aku memaksa dan menangis akhirnya aku diperbolehkan. yayy!!

SMA HANLIM MULTI ARTS!!

Hari pertamaku masuk sekolah tanpa lima sahabatku, rasa penyesalanku muncul karena memilih berpisah dengan mereka, walaupun hanya pada waktu sekolah, karena setiap hari pasti kami akan bertemu, hahahaha. Aku sebenarnya bukan tipe orang yang sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang baru, jadi aku dengan mudah mendapat teman, banyak juga murid laki-laki yang mendekatiku tapi aku tidak merespon mereka, karena Jackson melarangku untuk dekat dengan laki-laki, katanya berbahaya, lol. Ohiya, selama ini aku belum pernah menyukai seseorang, mungkin karena lima sahabatku itu aku merasa tidak membutuhkan teman laki-laki lagi.

Jaebum.

Sering sekali aku mendengarkan teman-teman ku di kelas membicarakan tentang Jaebum. Jaebum juga murid baru disekolah ini, tetapi kami berbeda kelas. Aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung, tapi teman-teman ku mengatakan kalau dia sangat tampan, sehingga membuatku sangat penasaran. 

Saat pulang sekolah aku menunggu untuk dijemput oleh Jackson, karena dia berjanji akan menjemputku hari itu. Saat aku didepan gerbang sekolah aku melihat seorang laki-laki yang sangat tampan, dan ternyata dia adalah Jaebum yang sering dibicarakan oleh teman-temanku. Aku tidak menyangka dia setampan itu haha, padahal Jackson menurutku sudah sangat tampan, tapi menurutku dia lebih dari Jackson, hihi.

Cinta Pertama?

Akhir-akhir ini disekolah aku sangat sering memperhatikan Jaebum, melihatnya saja sudah membuatku tersenyum. Matanya!! ya aku sangat suka dengan matanya. Aku jadi berpikir, haruskah ku dekati dia deluan? ah, tapi pasti aku akan jadi sangat malu kalau dia mengacuhkanku, tapi kalau tidak aku takut dia direbut murid perempuan yang lain. 

Bel istirahat berbunyi!!! ku lihat jaebum berdiri sendiri didepan ruang kelasnya. Wah ini kesempatan buatku, dengan sedikit malu aku datang menghampirinya.

Me: Hai, Jaebum kan?                                                                   Jaebum: Iya, Suzy ya? Ada apa?                                                   Me: Eh tau nama aku ya ternyata hehe, gapapa cuma mau ngobrol2 aja, abisnya kamu sendirian di depan hehe                     (akhirnya kami pun mengobrol sampai bel masuk berbunyi)

Perasaan senang menghantui ku sepanjang jam pelajaran sekolah, tak ku sangka akhirnya aku mendapatkan kesempat untuk mengobrol dengannya, bahkan aku memberanikan diri untuk meminta kontak linenya, dan yang paling membuatku bahagia adalah dia tau namakuuuuuuu!!!! Hari ini adalah hari terbahagiaku. Lebay sih, cuma aku memang seneng banget.

Sepulang sekolah seperti biasa Jackson menjemputku, aku tau kalau sebenarnya Jackson memang menyukai ku sejak dulu, tapi aku memang tidak punya perasaan dengannya, aku sudah mengganggap dia sebagai kembaranku sendiri haha, karena dimana ada aku pasti ada dia.

Jackson yang melihatku senyum-senyum sendiri siang itu langsung bertanya padaku apa alasan aku tersenyum, ku bilang saja dengan jujur aku sedang menyukai seseorang. Aku pikir Jackson akan jadi banyak bertanya, ternyata dugaan ku salah, dia tidak bertanya apapun tapi dia malah diam saja. Aku yang tidak berpikir dia kenapa juga diam saja sepanjang perjalanan.

Sesampainya di rumah, aku langsung mengambil hp ku dan langsung aku chat jaebum, balasannya cukup lama tapi tidak apa asalkan dia balas. Akhirnya men-chat jaebum terlebih dahulu sudah menjadi rutinitasku, dia tidak pernah untuk memulai deluan, tapi tak apa asalakan dia tetap membalasnya.

Tidak terasa, sekarang aku sudah duduk di akhir kelas tiga SMA, dan ini adalah tahun terakhirku di sekolah ini. Aku sudah mempunyai remcana dengan Jackson untuk kuliah di London, karena itu memang cita-cita kami.

Hubungan ku dengan Jaebum semakin dekat, tapi kami memang tidak pacaran, aku selalu menunggu Jaebum untuk menembakku, tapi sampai sekarang ia tidak pernah melakukannya, aku jadi berpikir apakah selama ini aku hanya dimanfaatkan olehnya?. Selama 3 tahun belakangan aku selalu bersamanya, saat ia sedang sakit aku bahkan rela menginap di rumah sakit dan tidak sekolah, bankan orang tua Jaebum sangat menyayangiku, tapi dia seperti tidak pernah melihatku. Kami memang menjadi dekat, tapi sepertinya dia menyayangi ku bukan seperti aku menyayanginya. Aku sempat berpikir untuk menyerah mendekatinya, tapi itu seperti aku sudah membuang waktuku selama 3 tahun ini, lagipula aku juga masih sangat mengharapkannya.

Masa SMA pun akan segera berakhir, aku yang memang berencana untuk kuliah di London ingin mengajak Jaebum juga untuk kuliah bersama ku disana, walaupun aku tau dia tidak akan mau, apalagi hanya demi aku. Dengan perasaan takut aku bertanya kepadanya dia ingin melanjutkan kuliah kemana, dan jawaban yang tidak ku sangka dia mengatakan ingin kuliah di Singapore dan dia mengajakku untuk kuliah bersamanya. Dia mengajakku???!!!!. Persaan ku sangat senang, tak pernah terbayangkan dia akan mengajakku untuk kuliah bersamanya. Tanpa berpikir panjang dan tanpa berdiskusi dengan orang tua dan lima sahabatku aku langsung mengatakan IYAAA, aku mau.

Sesampainya dirumah aku langsung meminta ijin dengan keluarga ku, mereka sempat bingung karena sebelumnya tekad ku sudah bulat untuk kuliah di London, namun dengan penjelasanku yang sedikit mengada-ada mereka mengijinkanku asalkan aku dapat kuliah dengan benar dan bisa jaga diri. Setelah mendapat ijin dari orang tua ku selanjutnya aku ingin minta ijin dari sahabat-sahabatku. Mark, Bambam, Youngjae dan Yugyeom memang tidak kuliah di luar negri, mereka menetap di Jakarta. 

Siang hari ini aku mengajak mereka untuk berkumpul di tempat tongkrongan kami seperti biasa, saat kami semua sudah berkumpul, aku langsung membuka pembicaraan bahwa aku ingin kuliah di Singapore. Mereka sebenarnya setuju saja karena Jakarta dengan Singapore tidak terlalu jauh jadi mereka bisa menjengukku, namun seperti yang ku duga sebelumnya reaksi Jackson menunjukkan kalau dia sangat kecewa dengan pernyataanku, dia langsung bilang kepadaku pasti ini karena Jaebum kan?, aku yang memang tidak mungkin berbohong kepada mereka mengatakan iya. Aku bilang kepada mereka kalau aku sangat senang karena Jaebum mengajakku kuliah dengannya. Jackson dengan berat hati pun menyetujui kemauan ku ini.

Jackson

Jackson adalah orang yang paling mengerti aku, dia sangat tau apa kemauan ku bahkan sebelum aku menyebutkannya. Dia adalah orang yang akan datang pertama ketika aku sedih dan dia yang bisa membuat aku tertawa. Mungkin karena kami yang seumuran di kelompok ini. Bukan berarti sahabatku yang lainnya tidak mengerti aku, tapi memang Jackson sudah seperti sebagian dari diriku.

Jackson memang tidak pernah mengatakan bahwa ia menyukaiku, tapi tanpa dia bilang aku dan sahabatku yang lain juga sudah tahu. Entah kenapa dia tidak pernah mengatakannya kepadaku, kami semua pun jadi bingung. Mungkin karena dia tidak ingin merusak persahabatan kami, atau dia mungkin juga punya alasan lain yang tidak kami tau.

Bye Indonesia

Hari ini pun tiba, hari dimana aku harus berjauhan dengan orang tua dan sahabatkuHari ini aku akan berangkat untuk mempersiapkan segala keperluan kuliah ku di Singapore. Aku berangkat sendiri, karena Jaebum sudah berangkat dua hari sebelumnya.

Setelah beberapa jam perjalanan yang cukup pendek akhirnya aku sampai di Singapore, aku pikir Jaebum akan menjemputku walaupun aku tidak minta, ternyata tidak. Saat ku hubungi dia bilang dia sedang membereskan apartemennya, walaupun kecewa tetapi aku coba mengerti keadaannya.

Besoknya, aku mengajak Jaebum untuk pergi makan denganku, dan iya pun mau. Selalu aku, ya selalu aku yang memulai semuanya terlebih dulu, setelah tiga tahun aku bersamanya, dia tidak pernah berinisiatif untuk mengajakku terlebih dahulu. Kami makan di sebuah cafe di dekat apartemen ku, kami mengobrol cukup lama membicarakan persiapan untuk perkuliahan, dia juga menemaniku untuk membeli perlengkapan ku yang masih kurang.

Jaebum adalah anak yang agak manja, dia bahkan membawa pembantu kesayangannya untuk tinggal dengannya di apartemen, karena dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri, dan alasan itulah yang membuatku mau kuliah disini, karena aku harus menjaganya.

Perkuliahan kami di Singapore terasa mengasyikan. Aku bertemu banyak teman dari Negara lain. Ohiya jurusan yang ku ambil dengan Jaebum berbeda, aku mengambil Jurusan Hukum sedangkan dia mengambil Jurusan Managemen Bisnis.

Hampir setiap hari aku datang ke apartemennya, aku juga sering memasakinya, karena dia memang suka masakanku, Mama Jaebum sering menghubungiku untuk sering-sering mengawasi anaknya, dan mamanya sudah kuanggap seperti ibu ku sendiri karena memang ibu ku sudah meninggal, dan mamanya juga sangat menyayangiku.

Sudah memasuki tahun ke-empat kami berkuliah disini, tidak terasa aku sudah bersama Jaebum tujuh tahun lebih, dan yang lebih tidak disangka kami tidak punya status hubungan sampai saat ini. Sebenarnya aku sering sekali menangis karena hal ini, dan aku selalu bercerita dengan sahabat-sahabatku kecuali Jackson, karena dia tidak pernah mengangkat atau membalas pesanku. Mungkin dia masih kecewa dengan keputusanku. Sahabat-sahabatku sering marah padaku karena aku masih mengharapkan Jaebum, mereka menyuruhku untuk mencari pacar disana, karena mereka tahu dengan pasti akan sangat mudah untukku mendapatkan pacar. Ya memang banyak sekali yang mendekatiku disini, tapi aku ingat bahwa aku kuliah disini karena aku mengharapkan Jaebum.

Tahun terakhirku, ya ini adalah tahun terakhir ku berkuliah disini, berbeda dengan Jaebum. Ia sedikit malas dalam perkuliahan sehingga dia tidak bisa lulus semester ini, aku bahkan berniat setelah lulus tidak akan langsung pulang ke indo, melainkan akan menetap sampai dia lulus. Perjuangan yang luar biasa bukan?hehe.

Malam hari aku berniat untuk pergi ke apartemen Jaebum karena hari ini adalah ulang tahun nya, aku sudah mempersiapkan kue yang sudah ku buat sendiri seharian penuh, dan aku juga sudah membelikan dia sebuah jam yang sangat dia inginkan namun dia tidak menemukannya. Aku sampai meminta tolong pada temanku ketika dia ingin pulang ke Australia, dan ternyata disana ada. Aku sudah membayangkan bahwa Jaebum akan sangat senang menerimanya, dan aku juga berniat untuk menyatakan perasaanku padanya malam itu, karena ku pikir sudah cukup 7 tahun aku hanya menunggunya. Aku harus membuat keputusan malam ini.

Pukul 7 malam aku sampai di apartemennya, ternyata dia tidak ada disana, pembantunya bilang dia memang tidak pulang dari semalam. Saat aku masih berada disana aku menerima telpon dari temanku bahwa ia ingin mengajakku untuk nongkrong, dan aku yang memang kebetulan berada di dekat sana pun mengiyakannya, karena aku juga tidak tahu jaebum ada dimana, kue dan kadonya pun kutitipkan dengan pembantunya. Kecewa, ya perasaanku sangat kecewa.

Sesampainya aku di cafe itu akupun berkumpul dengan teman-temanku, aku mencoba untuk menahan kekecewaanku karena tidak bertemu Jaebum, dan aku juga bertanya-tanya kemana dia pergi. Aku juga menghubungi sahabatnya Jinyoung, tapi Jinyoung bilang dia tidak bersama dengan Jaebum, ku pikir dia sedang mengerjakan projectnya bersama Jaebum. Mereka memang mempunyai usaha yang bernama JJP (JJ Project).

Saat aku sedang asyik mengobrol dengan teman-temanku, tanpa aku sadari ternyata Jaebum ada di cafe itu juga, dan ada Jinyoung juga disana, namun mereka duduk membelakangi sehingga tidak melihatku, dan ternyata aku melihat Jaebum dengan Jeon Somi. Setahuku Somi merupakan teman satu fakultasnya, dia merangkul perempuan tersebut dan perempuan itu bersender di pundaknya, dan setelah ku dengar percakapan mereka ternyata Hal yang tidak pernah ku dapatkan selama 7 tahun aku bersamanya. Kecewa..Menangis. Aku langsung ijin dengan teman-temanku untuk kembali ke apartemen. 

Sepanjang perjalanan pulang hanya menangis yang bisa ku lakukan, aku tidak menyangka aku bisa sebodoh ini. 7 tahun lamanya aku sudah menunggunya seperti orang bodoh, sangat bodoh. 7 tahun yang sia-sia. Mungkin orang lain yang tahu kebodohanku ini akan menertawaiku, dan mengolokku.

Malam itupun Jaebum tidak menghubungiku, mungkin dia belum pulang. Aku menceritakan hal ini kepada Mark, karena dia sudah seperti kakakku sendiri, karena dia yang paling tua diantara kami. Mark marah, dia emosi dan dia ingin langsung membeli tiket penerbangan ke tempatku, tapi aku melarangnya, ku bilang aku akan baik-baik saja dan aku akan menyerah pada Jaebum. Ya aku akan menyerah atas kebodohanku ini. Sebenarnya orang pertama di benakku yang ingin kucurahkan isi hati ku ini adalah Jackson, saat-saat seperti ini aku sangat membutuhkannya, tapi percuma saja, akupun tak bisa menghubunginya.

Pagi Hari Jaebum menghubungi ku, waw ini pertama kalinya ia menghubungi ku terlebih dahulu. Ia menyuruhku untuk datang ke apartemennya, dan aku pun mengiyakannya. Ya aku mengiyakannya, aku ingin mengatakan padanya aku menyerah, aku ingin mengatakan padanya aku sudah tidak sanggup, aku ingin mengatakan padanya semoga ia bahagia dengan perempuan itu, aku ingin mengatakan padanya bahwa 7 tahun ku selama ini terbuang percuma. Ya aku akan mengatakan kepadanya semua itu.

Sesampainya aku di apartemennya dia menyuruhku untuk masuk dan ternyata dia mengajakku untuk meniup lilin kue ulang tahun yang ku berikan padanya. Setelah ia selesai meniup lilin ia pun membuka pemberian dariku. Dia tidak tahu apa yang kurasakan saati ini, aku menahan air mataku..tapi aku tidak sanggup untuk menahannya, akhirnya air mataku pun terjatuh. Dia terlihat bingung kenapa aku menangis, lalu aku pun mencurahkan semua perasaan ku kepadanya, aku mengatakan padanya aku menyerah, aku menyerah untuk mendapatkanmu.Dia pun terlihat ingin menangis mendengar pernyataanku, tapi ia tahan. Apakah ia akan menyesal telah menyia-nyiakan ku? akupun tidak tahu, yang jelas aku sudah lelah, aku tidak ingin lagi berharap kepadanya.

Sejak hari itu dia jadi sering menghubungiku, tapi tidak pernah ku angkat. Aku juga semakin jarang di apart ku, karena aku tak mau menemuinya. Ya penyesalan memang selalu datang terlambat. Aku yang sangat sedih awalnya sudah mulai terbiasa tanpanya, walaupun terkadang masih sedih jika mengingatnya. Ya pasti lah masih sedih, 7 tahun itu bukan waktu yang singkat.

Hari kelulusanku pun tiba. Keluarga dan Sahabatku datang kecuali Jackson, mungkin Jackson sedang sibuk dengan perskripsiannya. Aku sangat merindukannya, sangat. Ini adalah momen yang sangat membahagiakan, karena perjuangan ku selama ini tidak sia-sia, apalagi sahabatku meluangkan waktu dan uangnya untuk datang ke sini. Jaebum juga datang, ntah kenapa perasaan ku sedikit senang saat melihat dia, apa mungkin aku kembali mencintainya? tidak, aku tidak boleh menjatuhkan hatiku lagi kepadanya. Sahabat-sahabat ku tidak suka melihat Jaebum menghampiriku, terutama Mark. Mark terus saja menyindirnya, tapi ku coba untuk melarang Mark melakukannya.

Setelah semua urusanku selesai akupun berniat untuk kembali ke rumahku di Jakarta, akupun mulai berpamitan dengan teman-temanku, dan tak lupa juga dengan Jaebum. Aku pun membuat janji dengan Jaebum di Cafe favorit kami dulu. Aku pamit untuk balik kepadanya, dan dia menangis, dia menangissss?. Tak pernah ku sangka dia akan menangis ketika tahu aku akan pergi. Kemana saja dia selama ini? kemana saja dia selama 7 tahun ini? apa dia tidak pernah sadar keberadaan ku selama ini?. Akhirnya dia mengatakan kepadaku kalau selama ini dia mencintaiku, dia bilang kepadaku bahwa dia hanya ingin bermain-main dengan perempuan lain sebelum dia serius kepadaku. Dia bilang dia tidak ingin memacariku tetapi dia ingin langsung melamarku jika kami sudah lulus. Dia bilang dia menyesal melakukannya, dia tidak ingin melepaskanku. Dan dia bilang dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika tidak ada aku disampingnya.

TERLAMBAT

Mendengar pernyataannya membuatku menangis, aku menangis deras didepannya. Aku mengatakan kepadanya kalau hatiku sakit, sangat sakit melihatnya waktu itu, dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh lagi kepadanya. Dan saat itu dia mengatakan bahwa sekarang gilirannya untuk mengejar dan menjagaku, aku hanya perlu diam di tempatku, katanya. Aku yang tidak tahu harus berbicara apa hanya terdiam. Dan aku pun besoknya kembali ke Jakarta tanpa memberitahunya.

Sudah dua bulan aku kembali ke Jakarta, aku berniat untuk melanjutkan ke S2 di Jakarta.

Siang hari seperti biasa Mark, Yugyeom, Youngjae, Bambam mengajakku keluar, ternayata mereka mengajakku ke Bandara, aku bingung mau ngapain kita kesini. Bambam bilang kalau dia ingin menjemput temannya. Aku yang tidak curiga sama sekali mengiyakannya. 

Sesampainya kami di bandara, hanya Bambam saja yang keluar sedangkan kami menunggu di mobil, dan saat Bambam kembali ternayata dia membawa Jackson. JACKSON KU! Jackson yang ku rindukan, Jackson yang selalu ada untukku, Jackson yang merupakan setengah dari diriku. Jackson tersenyum lebar melihatku, dia langsung memelukku. Aku menangis sederas-derasnya, ini tangis bahagia. Aku sangat bahagia bisa memeluknya lagi, aku bahagia dia ada didekatku. Kekosongan di diriku telah terpenuhi karena ada dia.

Aku tak berani bertanya kenapa dia tidak pernah menghubungiku, bahkan ketika ku hubungi dia tak pernah merespon. Aku menganggap ada dia disini sekarang sudah cukup, tak perlu utnuk ku bahas lagi.

Kami pun akhirnya lengkap sudah, mungkin ini adalah hadiah wisuda terindahku. Jackson kembali ke Jakarta sebelum dia wisuda, dia pun membelikan tiket untuk kami berangkat ke London, Jackson memang yang terkaya di antara kami, dan dia tidak pelit haha.

Akhir-akhir ini aku semakin dekat dengan Jackson. Jackson memberikan perhatian lebih dari pada yang dulu kepadaku, mungkin bukan perhatian sebagai sahabat, tapi sebagai perempuan yang dicintainya. Aku berbicara dalam hati kenapa tidak dia lakukan ini dari dulu?. Tapi biarlah masa lalu menjadi masa lalu.

TRUE LOVE?

Pagi ini Jackson mengajakku untuk pergi dengannya, hanya dengannya tanpa anak-anak yang lain. Aku deg-deg an, walaupun aku tidak tahu apa yang ingin ia lakukan tapi hati ku sangat senang.

Ternyata dia mengajaku untuk pergi ke Dufan. Dia sangat tahu aku sangat menyukai dufan, apalagi itu weekdays jadi lumayan sepi, rasanya sangat senang pergi ke tempat favoritmu dengan orang yang kamu sayangi. Sudah beberapa wahana kami naiki, akhirnya kami menaiki Gondola, favoritku karena bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Ditempat ini, saat ini dia ternyata menyatakan perasaanya, dia mengatakan kepadaku kalau ia mencintaiku sejak kami kecil dan dia berjanji akan menjaga dan merawatku dan tidak akan pernah membuatku menangis. Dia bilang sebenarnya ia ingin mengatakan padaku saat kami masuk SMA, tapi setelah ia mendengar aku menyukai Jaebum, dia bilang dia lebih baik mundur, ia ingin aku bahagia dengan pilihanku, walaupun ia merasa sakit. Aku merasa menyesal, aku merasa bodoh, aku merasa apa yang ia rasakan ternyata sama dengan yang aku rasakan pada Jaebum kemarin. MENCINTAI TANPA DICINTAI. Aku yang memang mulai menyukainya, aku yang memang selalu merasa bahagia disampingnya pun mengatakan IYA. AKU MAU BERSAMANYA SELAMANYA. Hari itu kami resmi berpacaran dan dia juga memberikan kepadaku cincin untuk menjaga komitmen kami.

2 Bulan selanjutnya, Jackson sudah menetap juga di Jakarta setelah kelulusannya. Kami semakin mencintai satu sama lain, rasanya aku tak bisa jika tanpanya sehari saja. Dia yang selalu meluangkan waktunya untukku, dia yang terlalu sempurna untukku. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan aku menemukannya, atau bahkan dia yang menemukanku? Ah sudahlah, yang penting sekarang aku sangat bahagia bersamanya, sangatttt!.

*brrtttt* suara hp ku berbunyi. Ketika kulihat hp ku ternyata muncul nama Jaebum. Jaebum?, apa benar ini dia. Rasanya sudah lama sekali aku tidak mendengar suaranya, dulu 7 tahun tidak pernah aku tak mendengar suaranya, suaranya merupakan kebutuhanku.Tapi itu dulu tidak untuk sekarang. Perasaan bingung muncul, apakah harus kuangkat atau tidak, tapi ya apa salahnya jika kuangkat. Ternyata dia menghubungiku karena ingin bertemu denganku, dia sudah lulus dan sudah kembali ke Jakarta. Awanya aku bilang aku sudah ada janji, tetapi dia memaksa, jadi ku iyakan saja. Aku berniat tidak memberitahu Jackson jika aku akan bertemu Jaebum, tapi hati ku berkata aku harus jujur dengannya. Lagipula ini hanya pertemuan biasa, setelah ku beritahu Jackson, ia tidak marah dan bertanya panjang lebar, ia hanya bilang tidak apa-apa jika aku mau pergi, dia bilang padaku supaya aku tidak genit dengan Jaebum haha. Ya memang Jackson orang yang suka bercanda, walaupun aku tahu dia cemburu.

Malam harinya aku bertemu dengan Jaebum, ntah kenapa aku merasa senang melihatnya, aku senang melihatnya baik-baik saja tanpaku. Awal obrolan kami agak kaku, mungkin karena masalah kemarin, tapi ku coba untuk mulai bercanda dengannya, ku tanyakan apakah dia sudah punya pacar , dan dia mengatakan tidak, dia akan mengejarku. Ku katakan padanya tak usah mengejarku, aku sudah menemukan kebahagiaan ku yang baru, seseorang yang bisa menggantikan sosoknya di hatiku. Tetapi dia tetap bersikeras akan membuatku jatuh cinta lagi kepadanya, aku hanya tertawa mendengarnya.

Pagi hari seperti biasa Jackson datang kerumahku hanya sekedar untuk menemuiku, dan ternyata selang beberapa waktu Jaebum juga datang kerumahku. Aku dan Jackson keluar menemuinya, dia terlihat heran melihat Jackson, lalu kuperkenalkan bahwa sekarang Jackson adalah pacarku. Dia hanya tersenyum, aku juga heran kenapa dia tersenyum. Dia memberikan ku bingkisan, katanya itu adalah makanan dari mamanya, mamanya bilang kalau ia merindukanku, aku pun merindukannya mama Jaebum sebenarnya. Jackson cemburu, baru kali ini ku lihat dia cemberut karena cemburu, aku tersenyum dan ku cubit pipinya di depan Jaebum, Jaebum terlihat sedikit emosi. Jackson yang tersenyum sekarang. Keadaan seperti ini membuatku bingung harus berbuat apa.

Setelah Jaebum pulang, Jackson mengatak kepadau tidak apa jika aku ingin kembali kepada cinta pertamaku, tidak apa jika aku kembali menyukai Jaebum, karena ia tahu aku dulu sangat menyukainya. Aku sempat terdiam, dan ku katakan kepadanya jangan khawatir, jangan pernah berpikir bahwa aku akan pergi untuk laki-laki lain, karena bagiku kamu adalah masa depanku, kamu orang ynag udah Tuhan kirimkan buat aku, dan aku gamau nyianyain kamu. Dan saat aku bilang seperti itu Jackson pun menangis, dia menangis seperti anak kecil. Dia memelukku dan mencium keningku. Dia bilang dia akan menjagaku selamanya, selamanya. Dan dia pun melarangku untuk dekat dengan Jaebum lagi haha, tidak seperti sebelumnya saat dia memperbolehkanku untuk bertemu Jaebum, kali ini dia melarang keras aku melakukannya. Aku hanya tertawa melihat kelakuannya, dan akupun mengelus kepalanya dan ku katakan aku sangat mencintainya.

 

03 Februari 2017, 20:17
0
0
posts : 2
reputation : 0

kok itu cerita aku bisa ke post di akun lain ya pas aku enter?

03 Februari 2017, 20:25
0
0
posts : 2
reputation : 0

 

said:KOK PAS AKU ENTER MASUK NYA KE AKUN ORANG YA?

"I GOT U"

Bae Suzy, ya namaku adalah Bae Suzy. Aku adalah seorang remaja yang cantik, pintar, baik, dan cukup populer. Kehidupan ku semakin lengkap karena di kelilingi oleh lima orang sahabatku. Mark, BamBam, Yugyeom, Youngjae, dan Jackson. Kami memang sudah bersahabat sejak kecil, sebuah kebetulan yang sangat ku syukuri karena orang tua kami memang bersahabat dan perbedaan usia kami tidak jauh, apalagi aku adalah perempuan satu-satunya di gank ini. Oh iya nama gank kami adalah JYP.

Sejak SD-SMP aku tidak pernah berjauhan dari mereka, bahkan aku harus sekolah di tempat yang sama dengan mereka. Disekolah temanku hanya mereka, bahkan aku jarang memiliki teman perempuan, apalagi teman laki-laki karena mereka selalu mengawasiku. Tiba saatnya aku lulus dari SMP, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku ingin sekolah di tempat yang tidak sama dengan mereka. Awalnya mereka tidak memperbolehkan, tetapi karena aku memaksa dan menangis akhirnya aku diperbolehkan. yayy!!

SMA HANLIM MULTI ARTS!!

Hari pertamaku masuk sekolah tanpa lima sahabatku, rasa penyesalanku muncul karena memilih berpisah dengan mereka, walaupun hanya pada waktu sekolah, karena setiap hari pasti kami akan bertemu, hahahaha. Aku sebenarnya bukan tipe orang yang sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang baru, jadi aku dengan mudah mendapat teman, banyak juga murid laki-laki yang mendekatiku tapi aku tidak merespon mereka, karena Jackson melarangku untuk dekat dengan laki-laki, katanya berbahaya, lol. Ohiya, selama ini aku belum pernah menyukai seseorang, mungkin karena lima sahabatku itu aku merasa tidak membutuhkan teman laki-laki lagi.

Jaebum.

Sering sekali aku mendengarkan teman-teman ku di kelas membicarakan tentang Jaebum. Jaebum juga murid baru disekolah ini, tetapi kami berbeda kelas. Aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung, tapi teman-teman ku mengatakan kalau dia sangat tampan, sehingga membuatku sangat penasaran. 

Saat pulang sekolah aku menunggu untuk dijemput oleh Jackson, karena dia berjanji akan menjemputku hari itu. Saat aku didepan gerbang sekolah aku melihat seorang laki-laki yang sangat tampan, dan ternyata dia adalah Jaebum yang sering dibicarakan oleh teman-temanku. Aku tidak menyangka dia setampan itu haha, padahal Jackson menurutku sudah sangat tampan, tapi menurutku dia lebih dari Jackson, hihi.

Cinta Pertama?

Akhir-akhir ini disekolah aku sangat sering memperhatikan Jaebum, melihatnya saja sudah membuatku tersenyum. Matanya!! ya aku sangat suka dengan matanya. Aku jadi berpikir, haruskah ku dekati dia deluan? ah, tapi pasti aku akan jadi sangat malu kalau dia mengacuhkanku, tapi kalau tidak aku takut dia direbut murid perempuan yang lain. 

Bel istirahat berbunyi!!! ku lihat jaebum berdiri sendiri didepan ruang kelasnya. Wah ini kesempatan buatku, dengan sedikit malu aku datang menghampirinya.

Me: Hai, Jaebum kan?                                                                   Jaebum: Iya, Suzy ya? Ada apa?                                                   Me: Eh tau nama aku ya ternyata hehe, gapapa cuma mau ngobrol2 aja, abisnya kamu sendirian di depan hehe                     (akhirnya kami pun mengobrol sampai bel masuk berbunyi)

Perasaan senang menghantui ku sepanjang jam pelajaran sekolah, tak ku sangka akhirnya aku mendapatkan kesempat untuk mengobrol dengannya, bahkan aku memberanikan diri untuk meminta kontak linenya, dan yang paling membuatku bahagia adalah dia tau namakuuuuuuu!!!! Hari ini adalah hari terbahagiaku. Lebay sih, cuma aku memang seneng banget.

Sepulang sekolah seperti biasa Jackson menjemputku, aku tau kalau sebenarnya Jackson memang menyukai ku sejak dulu, tapi aku memang tidak punya perasaan dengannya, aku sudah mengganggap dia sebagai kembaranku sendiri haha, karena dimana ada aku pasti ada dia.

Jackson yang melihatku senyum-senyum sendiri siang itu langsung bertanya padaku apa alasan aku tersenyum, ku bilang saja dengan jujur aku sedang menyukai seseorang. Aku pikir Jackson akan jadi banyak bertanya, ternyata dugaan ku salah, dia tidak bertanya apapun tapi dia malah diam saja. Aku yang tidak berpikir dia kenapa juga diam saja sepanjang perjalanan.

Sesampainya di rumah, aku langsung mengambil hp ku dan langsung aku chat jaebum, balasannya cukup lama tapi tidak apa asalkan dia balas. Akhirnya men-chat jaebum terlebih dahulu sudah menjadi rutinitasku, dia tidak pernah untuk memulai deluan, tapi tak apa asalakan dia tetap membalasnya.

Tidak terasa, sekarang aku sudah duduk di akhir kelas tiga SMA, dan ini adalah tahun terakhirku di sekolah ini. Aku sudah mempunyai remcana dengan Jackson untuk kuliah di London, karena itu memang cita-cita kami.

Hubungan ku dengan Jaebum semakin dekat, tapi kami memang tidak pacaran, aku selalu menunggu Jaebum untuk menembakku, tapi sampai sekarang ia tidak pernah melakukannya, aku jadi berpikir apakah selama ini aku hanya dimanfaatkan olehnya?. Selama 3 tahun belakangan aku selalu bersamanya, saat ia sedang sakit aku bahkan rela menginap di rumah sakit dan tidak sekolah, bankan orang tua Jaebum sangat menyayangiku, tapi dia seperti tidak pernah melihatku. Kami memang menjadi dekat, tapi sepertinya dia menyayangi ku bukan seperti aku menyayanginya. Aku sempat berpikir untuk menyerah mendekatinya, tapi itu seperti aku sudah membuang waktuku selama 3 tahun ini, lagipula aku juga masih sangat mengharapkannya.

Masa SMA pun akan segera berakhir, aku yang memang berencana untuk kuliah di London ingin mengajak Jaebum juga untuk kuliah bersama ku disana, walaupun aku tau dia tidak akan mau, apalagi hanya demi aku. Dengan perasaan takut aku bertanya kepadanya dia ingin melanjutkan kuliah kemana, dan jawaban yang tidak ku sangka dia mengatakan ingin kuliah di Singapore dan dia mengajakku untuk kuliah bersamanya. Dia mengajakku???!!!!. Persaan ku sangat senang, tak pernah terbayangkan dia akan mengajakku untuk kuliah bersamanya. Tanpa berpikir panjang dan tanpa berdiskusi dengan orang tua dan lima sahabatku aku langsung mengatakan IYAAA, aku mau.

Sesampainya dirumah aku langsung meminta ijin dengan keluarga ku, mereka sempat bingung karena sebelumnya tekad ku sudah bulat untuk kuliah di London, namun dengan penjelasanku yang sedikit mengada-ada mereka mengijinkanku asalkan aku dapat kuliah dengan benar dan bisa jaga diri. Setelah mendapat ijin dari orang tua ku selanjutnya aku ingin minta ijin dari sahabat-sahabatku. Mark, Bambam, Youngjae dan Yugyeom memang tidak kuliah di luar negri, mereka menetap di Jakarta. 

Siang hari ini aku mengajak mereka untuk berkumpul di tempat tongkrongan kami seperti biasa, saat kami semua sudah berkumpul, aku langsung membuka pembicaraan bahwa aku ingin kuliah di Singapore. Mereka sebenarnya setuju saja karena Jakarta dengan Singapore tidak terlalu jauh jadi mereka bisa menjengukku, namun seperti yang ku duga sebelumnya reaksi Jackson menunjukkan kalau dia sangat kecewa dengan pernyataanku, dia langsung bilang kepadaku pasti ini karena Jaebum kan?, aku yang memang tidak mungkin berbohong kepada mereka mengatakan iya. Aku bilang kepada mereka kalau aku sangat senang karena Jaebum mengajakku kuliah dengannya. Jackson dengan berat hati pun menyetujui kemauan ku ini.

Jackson

Jackson adalah orang yang paling mengerti aku, dia sangat tau apa kemauan ku bahkan sebelum aku menyebutkannya. Dia adalah orang yang akan datang pertama ketika aku sedih dan dia yang bisa membuat aku tertawa. Mungkin karena kami yang seumuran di kelompok ini. Bukan berarti sahabatku yang lainnya tidak mengerti aku, tapi memang Jackson sudah seperti sebagian dari diriku.

Jackson memang tidak pernah mengatakan bahwa ia menyukaiku, tapi tanpa dia bilang aku dan sahabatku yang lain juga sudah tahu. Entah kenapa dia tidak pernah mengatakannya kepadaku, kami semua pun jadi bingung. Mungkin karena dia tidak ingin merusak persahabatan kami, atau dia mungkin juga punya alasan lain yang tidak kami tau.

Bye Indonesia

Hari ini pun tiba, hari dimana aku harus berjauhan dengan orang tua dan sahabatkuHari ini aku akan berangkat untuk mempersiapkan segala keperluan kuliah ku di Singapore. Aku berangkat sendiri, karena Jaebum sudah berangkat dua hari sebelumnya.

Setelah beberapa jam perjalanan yang cukup pendek akhirnya aku sampai di Singapore, aku pikir Jaebum akan menjemputku walaupun aku tidak minta, ternyata tidak. Saat ku hubungi dia bilang dia sedang membereskan apartemennya, walaupun kecewa tetapi aku coba mengerti keadaannya.

Besoknya, aku mengajak Jaebum untuk pergi makan denganku, dan iya pun mau. Selalu aku, ya selalu aku yang memulai semuanya terlebih dulu, setelah tiga tahun aku bersamanya, dia tidak pernah berinisiatif untuk mengajakku terlebih dahulu. Kami makan di sebuah cafe di dekat apartemen ku, kami mengobrol cukup lama membicarakan persiapan untuk perkuliahan, dia juga menemaniku untuk membeli perlengkapan ku yang masih kurang.

Jaebum adalah anak yang agak manja, dia bahkan membawa pembantu kesayangannya untuk tinggal dengannya di apartemen, karena dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri, dan alasan itulah yang membuatku mau kuliah disini, karena aku harus menjaganya.

Perkuliahan kami di Singapore terasa mengasyikan. Aku bertemu banyak teman dari Negara lain. Ohiya jurusan yang ku ambil dengan Jaebum berbeda, aku mengambil Jurusan Hukum sedangkan dia mengambil Jurusan Managemen Bisnis.

Hampir setiap hari aku datang ke apartemennya, aku juga sering memasakinya, karena dia memang suka masakanku, Mama Jaebum sering menghubungiku untuk sering-sering mengawasi anaknya, dan mamanya sudah kuanggap seperti ibu ku sendiri karena memang ibu ku sudah meninggal, dan mamanya juga sangat menyayangiku.

Sudah memasuki tahun ke-empat kami berkuliah disini, tidak terasa aku sudah bersama Jaebum tujuh tahun lebih, dan yang lebih tidak disangka kami tidak punya status hubungan sampai saat ini. Sebenarnya aku sering sekali menangis karena hal ini, dan aku selalu bercerita dengan sahabat-sahabatku kecuali Jackson, karena dia tidak pernah mengangkat atau membalas pesanku. Mungkin dia masih kecewa dengan keputusanku. Sahabat-sahabatku sering marah padaku karena aku masih mengharapkan Jaebum, mereka menyuruhku untuk mencari pacar disana, karena mereka tahu dengan pasti akan sangat mudah untukku mendapatkan pacar. Ya memang banyak sekali yang mendekatiku disini, tapi aku ingat bahwa aku kuliah disini karena aku mengharapkan Jaebum.

Tahun terakhirku, ya ini adalah tahun terakhir ku berkuliah disini, berbeda dengan Jaebum. Ia sedikit malas dalam perkuliahan sehingga dia tidak bisa lulus semester ini, aku bahkan berniat setelah lulus tidak akan langsung pulang ke indo, melainkan akan menetap sampai dia lulus. Perjuangan yang luar biasa bukan?hehe.

Malam hari aku berniat untuk pergi ke apartemen Jaebum karena hari ini adalah ulang tahun nya, aku sudah mempersiapkan kue yang sudah ku buat sendiri seharian penuh, dan aku juga sudah membelikan dia sebuah jam yang sangat dia inginkan namun dia tidak menemukannya. Aku sampai meminta tolong pada temanku ketika dia ingin pulang ke Australia, dan ternyata disana ada. Aku sudah membayangkan bahwa Jaebum akan sangat senang menerimanya, dan aku juga berniat untuk menyatakan perasaanku padanya malam itu, karena ku pikir sudah cukup 7 tahun aku hanya menunggunya. Aku harus membuat keputusan malam ini.

Pukul 7 malam aku sampai di apartemennya, ternyata dia tidak ada disana, pembantunya bilang dia memang tidak pulang dari semalam. Saat aku masih berada disana aku menerima telpon dari temanku bahwa ia ingin mengajakku untuk nongkrong, dan aku yang memang kebetulan berada di dekat sana pun mengiyakannya, karena aku juga tidak tahu jaebum ada dimana, kue dan kadonya pun kutitipkan dengan pembantunya. Kecewa, ya perasaanku sangat kecewa.

Sesampainya aku di cafe itu akupun berkumpul dengan teman-temanku, aku mencoba untuk menahan kekecewaanku karena tidak bertemu Jaebum, dan aku juga bertanya-tanya kemana dia pergi. Aku juga menghubungi sahabatnya Jinyoung, tapi Jinyoung bilang dia tidak bersama dengan Jaebum, ku pikir dia sedang mengerjakan projectnya bersama Jaebum. Mereka memang mempunyai usaha yang bernama JJP (JJ Project).

Saat aku sedang asyik mengobrol dengan teman-temanku, tanpa aku sadari ternyata Jaebum ada di cafe itu juga, dan ada Jinyoung juga disana, namun mereka duduk membelakangi sehingga tidak melihatku, dan ternyata aku melihat Jaebum dengan Jeon Somi. Setahuku Somi merupakan teman satu fakultasnya, dia merangkul perempuan tersebut dan perempuan itu bersender di pundaknya, dan setelah ku dengar percakapan mereka ternyata Hal yang tidak pernah ku dapatkan selama 7 tahun aku bersamanya. Kecewa..Menangis. Aku langsung ijin dengan teman-temanku untuk kembali ke apartemen. 

Sepanjang perjalanan pulang hanya menangis yang bisa ku lakukan, aku tidak menyangka aku bisa sebodoh ini. 7 tahun lamanya aku sudah menunggunya seperti orang bodoh, sangat bodoh. 7 tahun yang sia-sia. Mungkin orang lain yang tahu kebodohanku ini akan menertawaiku, dan mengolokku.

Malam itupun Jaebum tidak menghubungiku, mungkin dia belum pulang. Aku menceritakan hal ini kepada Mark, karena dia sudah seperti kakakku sendiri, karena dia yang paling tua diantara kami. Mark marah, dia emosi dan dia ingin langsung membeli tiket penerbangan ke tempatku, tapi aku melarangnya, ku bilang aku akan baik-baik saja dan aku akan menyerah pada Jaebum. Ya aku akan menyerah atas kebodohanku ini. Sebenarnya orang pertama di benakku yang ingin kucurahkan isi hati ku ini adalah Jackson, saat-saat seperti ini aku sangat membutuhkannya, tapi percuma saja, akupun tak bisa menghubunginya.

Pagi Hari Jaebum menghubungi ku, waw ini pertama kalinya ia menghubungi ku terlebih dahulu. Ia menyuruhku untuk datang ke apartemennya, dan aku pun mengiyakannya. Ya aku mengiyakannya, aku ingin mengatakan padanya aku menyerah, aku ingin mengatakan padanya aku sudah tidak sanggup, aku ingin mengatakan padanya semoga ia bahagia dengan perempuan itu, aku ingin mengatakan padanya bahwa 7 tahun ku selama ini terbuang percuma. Ya aku akan mengatakan kepadanya semua itu.

Sesampainya aku di apartemennya dia menyuruhku untuk masuk dan ternyata dia mengajakku untuk meniup lilin kue ulang tahun yang ku berikan padanya. Setelah ia selesai meniup lilin ia pun membuka pemberian dariku. Dia tidak tahu apa yang kurasakan saati ini, aku menahan air mataku..tapi aku tidak sanggup untuk menahannya, akhirnya air mataku pun terjatuh. Dia terlihat bingung kenapa aku menangis, lalu aku pun mencurahkan semua perasaan ku kepadanya, aku mengatakan padanya aku menyerah, aku menyerah untuk mendapatkanmu.Dia pun terlihat ingin menangis mendengar pernyataanku, tapi ia tahan. Apakah ia akan menyesal telah menyia-nyiakan ku? akupun tidak tahu, yang jelas aku sudah lelah, aku tidak ingin lagi berharap kepadanya.

Sejak hari itu dia jadi sering menghubungiku, tapi tidak pernah ku angkat. Aku juga semakin jarang di apart ku, karena aku tak mau menemuinya. Ya penyesalan memang selalu datang terlambat. Aku yang sangat sedih awalnya sudah mulai terbiasa tanpanya, walaupun terkadang masih sedih jika mengingatnya. Ya pasti lah masih sedih, 7 tahun itu bukan waktu yang singkat.

Hari kelulusanku pun tiba. Keluarga dan Sahabatku datang kecuali Jackson, mungkin Jackson sedang sibuk dengan perskripsiannya. Aku sangat merindukannya, sangat. Ini adalah momen yang sangat membahagiakan, karena perjuangan ku selama ini tidak sia-sia, apalagi sahabatku meluangkan waktu dan uangnya untuk datang ke sini. Jaebum juga datang, ntah kenapa perasaan ku sedikit senang saat melihat dia, apa mungkin aku kembali mencintainya? tidak, aku tidak boleh menjatuhkan hatiku lagi kepadanya. Sahabat-sahabat ku tidak suka melihat Jaebum menghampiriku, terutama Mark. Mark terus saja menyindirnya, tapi ku coba untuk melarang Mark melakukannya.

Setelah semua urusanku selesai akupun berniat untuk kembali ke rumahku di Jakarta, akupun mulai berpamitan dengan teman-temanku, dan tak lupa juga dengan Jaebum. Aku pun membuat janji dengan Jaebum di Cafe favorit kami dulu. Aku pamit untuk balik kepadanya, dan dia menangis, dia menangissss?. Tak pernah ku sangka dia akan menangis ketika tahu aku akan pergi. Kemana saja dia selama ini? kemana saja dia selama 7 tahun ini? apa dia tidak pernah sadar keberadaan ku selama ini?. Akhirnya dia mengatakan kepadaku kalau selama ini dia mencintaiku, dia bilang kepadaku bahwa dia hanya ingin bermain-main dengan perempuan lain sebelum dia serius kepadaku. Dia bilang dia tidak ingin memacariku tetapi dia ingin langsung melamarku jika kami sudah lulus. Dia bilang dia menyesal melakukannya, dia tidak ingin melepaskanku. Dan dia bilang dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika tidak ada aku disampingnya.

TERLAMBAT

Mendengar pernyataannya membuatku menangis, aku menangis deras didepannya. Aku mengatakan kepadanya kalau hatiku sakit, sangat sakit melihatnya waktu itu, dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh lagi kepadanya. Dan saat itu dia mengatakan bahwa sekarang gilirannya untuk mengejar dan menjagaku, aku hanya perlu diam di tempatku, katanya. Aku yang tidak tahu harus berbicara apa hanya terdiam. Dan aku pun besoknya kembali ke Jakarta tanpa memberitahunya.

Sudah dua bulan aku kembali ke Jakarta, aku berniat untuk melanjutkan ke S2 di Jakarta.

Siang hari seperti biasa Mark, Yugyeom, Youngjae, Bambam mengajakku keluar, ternayata mereka mengajakku ke Bandara, aku bingung mau ngapain kita kesini. Bambam bilang kalau dia ingin menjemput temannya. Aku yang tidak curiga sama sekali mengiyakannya. 

Sesampainya kami di bandara, hanya Bambam saja yang keluar sedangkan kami menunggu di mobil, dan saat Bambam kembali ternayata dia membawa Jackson. JACKSON KU! Jackson yang ku rindukan, Jackson yang selalu ada untukku, Jackson yang merupakan setengah dari diriku. Jackson tersenyum lebar melihatku, dia langsung memelukku. Aku menangis sederas-derasnya, ini tangis bahagia. Aku sangat bahagia bisa memeluknya lagi, aku bahagia dia ada didekatku. Kekosongan di diriku telah terpenuhi karena ada dia.

Aku tak berani bertanya kenapa dia tidak pernah menghubungiku, bahkan ketika ku hubungi dia tak pernah merespon. Aku menganggap ada dia disini sekarang sudah cukup, tak perlu utnuk ku bahas lagi.

Kami pun akhirnya lengkap sudah, mungkin ini adalah hadiah wisuda terindahku. Jackson kembali ke Jakarta sebelum dia wisuda, dia pun membelikan tiket untuk kami berangkat ke London, Jackson memang yang terkaya di antara kami, dan dia tidak pelit haha.

Akhir-akhir ini aku semakin dekat dengan Jackson. Jackson memberikan perhatian lebih dari pada yang dulu kepadaku, mungkin bukan perhatian sebagai sahabat, tapi sebagai perempuan yang dicintainya. Aku berbicara dalam hati kenapa tidak dia lakukan ini dari dulu?. Tapi biarlah masa lalu menjadi masa lalu.

TRUE LOVE?

Pagi ini Jackson mengajakku untuk pergi dengannya, hanya dengannya tanpa anak-anak yang lain. Aku deg-deg an, walaupun aku tidak tahu apa yang ingin ia lakukan tapi hati ku sangat senang.

Ternyata dia mengajaku untuk pergi ke Dufan. Dia sangat tahu aku sangat menyukai dufan, apalagi itu weekdays jadi lumayan sepi, rasanya sangat senang pergi ke tempat favoritmu dengan orang yang kamu sayangi. Sudah beberapa wahana kami naiki, akhirnya kami menaiki Gondola, favoritku karena bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Ditempat ini, saat ini dia ternyata menyatakan perasaanya, dia mengatakan kepadaku kalau ia mencintaiku sejak kami kecil dan dia berjanji akan menjaga dan merawatku dan tidak akan pernah membuatku menangis. Dia bilang sebenarnya ia ingin mengatakan padaku saat kami masuk SMA, tapi setelah ia mendengar aku menyukai Jaebum, dia bilang dia lebih baik mundur, ia ingin aku bahagia dengan pilihanku, walaupun ia merasa sakit. Aku merasa menyesal, aku merasa bodoh, aku merasa apa yang ia rasakan ternyata sama dengan yang aku rasakan pada Jaebum kemarin. MENCINTAI TANPA DICINTAI. Aku yang memang mulai menyukainya, aku yang memang selalu merasa bahagia disampingnya pun mengatakan IYA. AKU MAU BERSAMANYA SELAMANYA. Hari itu kami resmi berpacaran dan dia juga memberikan kepadaku cincin untuk menjaga komitmen kami.

2 Bulan selanjutnya, Jackson sudah menetap juga di Jakarta setelah kelulusannya. Kami semakin mencintai satu sama lain, rasanya aku tak bisa jika tanpanya sehari saja. Dia yang selalu meluangkan waktunya untukku, dia yang terlalu sempurna untukku. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan aku menemukannya, atau bahkan dia yang menemukanku? Ah sudahlah, yang penting sekarang aku sangat bahagia bersamanya, sangatttt!.

*brrtttt* suara hp ku berbunyi. Ketika kulihat hp ku ternyata muncul nama Jaebum. Jaebum?, apa benar ini dia. Rasanya sudah lama sekali aku tidak mendengar suaranya, dulu 7 tahun tidak pernah aku tak mendengar suaranya, suaranya merupakan kebutuhanku.Tapi itu dulu tidak untuk sekarang. Perasaan bingung muncul, apakah harus kuangkat atau tidak, tapi ya apa salahnya jika kuangkat. Ternyata dia menghubungiku karena ingin bertemu denganku, dia sudah lulus dan sudah kembali ke Jakarta. Awanya aku bilang aku sudah ada janji, tetapi dia memaksa, jadi ku iyakan saja. Aku berniat tidak memberitahu Jackson jika aku akan bertemu Jaebum, tapi hati ku berkata aku harus jujur dengannya. Lagipula ini hanya pertemuan biasa, setelah ku beritahu Jackson, ia tidak marah dan bertanya panjang lebar, ia hanya bilang tidak apa-apa jika aku mau pergi, dia bilang padaku supaya aku tidak genit dengan Jaebum haha. Ya memang Jackson orang yang suka bercanda, walaupun aku tahu dia cemburu.

Malam harinya aku bertemu dengan Jaebum, ntah kenapa aku merasa senang melihatnya, aku senang melihatnya baik-baik saja tanpaku. Awal obrolan kami agak kaku, mungkin karena masalah kemarin, tapi ku coba untuk mulai bercanda dengannya, ku tanyakan apakah dia sudah punya pacar , dan dia mengatakan tidak, dia akan mengejarku. Ku katakan padanya tak usah mengejarku, aku sudah menemukan kebahagiaan ku yang baru, seseorang yang bisa menggantikan sosoknya di hatiku. Tetapi dia tetap bersikeras akan membuatku jatuh cinta lagi kepadanya, aku hanya tertawa mendengarnya.

Pagi hari seperti biasa Jackson datang kerumahku hanya sekedar untuk menemuiku, dan ternyata selang beberapa waktu Jaebum juga datang kerumahku. Aku dan Jackson keluar menemuinya, dia terlihat heran melihat Jackson, lalu kuperkenalkan bahwa sekarang Jackson adalah pacarku. Dia hanya tersenyum, aku juga heran kenapa dia tersenyum. Dia memberikan ku bingkisan, katanya itu adalah makanan dari mamanya, mamanya bilang kalau ia merindukanku, aku pun merindukannya mama Jaebum sebenarnya. Jackson cemburu, baru kali ini ku lihat dia cemberut karena cemburu, aku tersenyum dan ku cubit pipinya di depan Jaebum, Jaebum terlihat sedikit emosi. Jackson yang tersenyum sekarang. Keadaan seperti ini membuatku bingung harus berbuat apa.

Setelah Jaebum pulang, Jackson mengatak kepadau tidak apa jika aku ingin kembali kepada cinta pertamaku, tidak apa jika aku kembali menyukai Jaebum, karena ia tahu aku dulu sangat menyukainya. Aku sempat terdiam, dan ku katakan kepadanya jangan khawatir, jangan pernah berpikir bahwa aku akan pergi untuk laki-laki lain, karena bagiku kamu adalah masa depanku, kamu orang ynag udah Tuhan kirimkan buat aku, dan aku gamau nyianyain kamu. Dan saat aku bilang seperti itu Jackson pun menangis, dia menangis seperti anak kecil. Dia memelukku dan mencium keningku. Dia bilang dia akan menjagaku selamanya, selamanya. Dan dia pun melarangku untuk dekat dengan Jaebum lagi haha, tidak seperti sebelumnya saat dia memperbolehkanku untuk bertemu Jaebum, kali ini dia melarang keras aku melakukannya. Aku hanya tertawa melihat kelakuannya, dan akupun mengelus kepalanya dan ku katakan aku sangat mencintainya.

 

 

03 Februari 2017, 20:37
0
0
1
2 3 >>


FANBASE & COMMUNITY

Fanction Competition 'Perjuangan'

[QUIZ] Cari Tau Member WANNA ONE Yang Cocok Jadi Pacar Kamu

[VOTE] Yuk Vote Juara K-CHART DREAMERS RADIO Minggu ke-3 Agustus Periode 12 Agustus - 18 Agustus 2017

Ngeri, Ternyata Begini Loh Klinik Khusus 'Menyembuhkan' Homoseksual

Tempat Wisata di Singapura

RECENT ACTIVE MEMBERS
TOP TAGS
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close