SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
FORUM
  • All
  • Current Issue
  • Fanbase Corner
  • Community Corner
  • Hot Thread
  • Popular Thread
  • Latest Thread
  • Create New Thread
  • Dreamers Citizen Card
News > Zahrah Zubaidah, Yuk.. Kenalan Lebih dekat Dengan Pelukis Para Tokoh Asia Afrika

Zahrah Zubaidah, Yuk.. Kenalan Lebih dekat Dengan Pelukis Para Tokoh Asia Afrika

che on 22 April 2015 | 1,194 views | 1 replies
Share:
posts : 5
reputation : 0

Cantik, muda, dan multi talenta. Tiga kata ini tampaknya cocok untuk menggambarkan sosok Zahrah Zubaidah (20), gadis yang melukis wajah Soekarno dan Nelson Mandela dengan crayon. Lukisan itu kini tersebar di berbagai sudut Kota Bandung untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika.

"Waah, seneng sekali lihat karya saya bisa dinikmati banyak orang. Rasanya susah dilukiskan dengan kata-kata," ujar perempuan yang akrab disapa Zahrah ini saat ditemui di kediamannya, Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Selasa (21/4/2015) sore.

Keterlibatannya menjadi bagian KAA tahun ini tidak direncanakan sebelumnya. Orangtuanya lah yang mempertemukanya langsung dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Februari lalu. Namun bukan untuk KAA.

"Saya sedang mencari beasiswa untuk meneruskan kuliah. Saya sudah memilih dan diterima di salahsatu perguruan tinggi seni di Skotlandia, namun biayanya besar. Makanya saya ditemani abi dan umi ke pemkot, mau tanya apakah ada beasiswa dari Pemkot. Ternyata tidak ada," ungkap lajang kelahiran 1995 ini.

Zahrah mengaku sedikit kecewa saat mengetahui tidak ada beasiswa dari Pemkot. Namun beberapa saat kemudian, wali kota yang tertarik dengan beberapa lukisan crayon yang ia bawa, tiba-tiba menawarkannya untuk membuat lukisan Presiden RI Soekarno dan Nelson Mandela. Saat itu Zahrah membawa tiga lukisan. Satu lukisan wajah neneknya, satu lukisan wajah cleaning service saat ia sekolah SMA di Inggris, dan satu lukisan bunga.

"Kang Emil benar-benar orang cerdas, beliau bisa langsung menemukan solusi. Dia bahkan minta saya juga melukis dia dan istrinya, dan seluruh wali kota Bandung sejak jaman Belanda. Saya enggak percaya, ini amanah besar," ujar gadis keturunan Arab ini dengan mata berbinar.

Zahrah mengaku amanah yang diberikan padanya oleh Emil, jauh lebih dari apa yang ia harapkan yaitu beasiswa. "Ini jauh lebih berharga dibandingkan Kang Emil langsung memberikan beasiswa," ujarnya

Setelah mendapat pesanan itu, Zahrah akhirnya pulang ke rumah dan langsung melukis. Ia diberi waktu 10 hari untuk menyelesaikan lukisan wajah Soekarno dan Nelson Mandela.

Ia mengaku waktu 10 hari yang diberikan padanya, delapan hari dipakai untuk melukis wajah Sukarno. Ia kesulitan, sebab semua fotonya yang ia dapatkan hitam putih. Sementara Nelson Mandela lebih mudah, karena ada fotonya yang berwarna.

"Sulit untuk menentukan warna kulitnya," ujar lulusan Norwich High School di Inggris ini. Untuk referensi warna kulit Sukarno, Zahrah menggunakan foto Presiden Jokowi. "Jadi kulitnya melihat warna kulit Jokowi dan Mandela," cetusnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku sulit mencari ekspresi yang pas untuk ia lukis. Awalnya ia menyerahkan lukisan wajah Soekarno dan Mandela dengan ekspresi serius. "Namun saya diminta lagi melukis dengan ekspresi berbeda. Dari pemkot memberikan foto keduanya yang sedang tersenyum yang kebetulan posisi menghadapnya sama," ujar gadis cantik ini yang kini juga terjun dalam dunia model.

Ia kini mengaku sangat senang, lukisannya terpakai dan tersebar di hampir semua media promosi KAA. "Saya senang karya saya bermanfaat. Karena sebaik-baiknya orang adalah bermanfaat bagi sekitarnya," tuturnya dengan tersenyum manis. (sumber : http://news.detik.com)

Jika melintasi Jalan Wastukancana Kota Bandung, terpampang jelas gambar dua tokoh Soekarno dan Nelson Mandela. Deretan spanduk, sebagai salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan digelarnya Konferensi Asia Afrika 24 April 2015.

Spanduk-spanduk gambar sketsa kedua tokoh yang berderet mengelilingi Balai Kota Bandung hanyalah sebagian dari rencana besar Pemerintah Kota Bandung dalam menyambut puncak KAA ke-60. Nantinya di setiap penjuru kota, gambar dua tokoh Asia Afrika kembali hadir dalam gambar lebih fresh.

Siapa pelukisnya? Dia adalah Zahrah Zubaidah. Bakat seni yang dimiliki wanita muda asal Kota Bandung ini membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempercayakan karya seninya terpampang di event internasional yang akan dihadiri oleh 109 kepala negara Asia Afrika.

Hasil karya Zahrah sanggup memikat orang yang melihat, termasuk orang nomor satu di Kota Bandung. Decak kagum adalah hal pertama ketika melihat hasil karyanya.

Kini, Zahrah sibuk mengerjakan 20 persen sketsa wajah Soekarno dan Nelson Mandela yang rencananya akan segera terpampang di penjuru kota pada awal April. Zahrah sendiri diberi target untuk segera menyelesaikan lukisan tersebut hingga penghujung bulan.

"Targetnya harus selesai 26 Maret ini," kata Zahrah ketika ditemui di kediamannya di kawasan Cigadung Kota Bandung, Senin (23/3/2015).

Jika umumnya melukis menggunakan cat minyak atau bahan menggambar lain, Zahrah melukis dengan cara berbeda, yakni menggunakan krayon. Dengan krayon, dia mengaku lebih puas akan hasil akhir kendati membutuhkan kesabaran, ketelitian, keuletan, serta waktu lebih.

"Waktu itu Pak Wali minta dibuatkan dengan krayon untuk lukisan kedua tokoh KAA. Waktu saya membawa contoh lukisan, Pak Wali begitu tertarik pada lukisan yang saya buat dari krayon. Untuk pengerjaan satu minggu sudah cukup," ucapnya.

Kesulitan pertama bagi Zahrah dalam membuat gambar tersebut adalah menemukan foto Soekarno. Pasalnya, dia hanya menemukan foto presiden pertama RI yang menjadi contoh lukisannya dalam kondisi hitam putih. Sedangkan untuk Nelson Madela, tak memiliki kendala.

"Kesulitannya hanya di warna," jelas dia. [hus] - See more at: http://dunia.inilah.com/read/detail/2189455/zahrah-zubaidah-pelukis-para-tokoh-asia-afrika#sthash.6N7MYxhW.dpuf

Jika melintasi Jalan Wastukancana Kota Bandung, terpampang jelas gambar dua tokoh Soekarno dan Nelson Mandela. Deretan spanduk, sebagai salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan digelarnya Konferensi Asia Afrika 24 April 2015.

Spanduk-spanduk gambar sketsa kedua tokoh yang berderet mengelilingi Balai Kota Bandung hanyalah sebagian dari rencana besar Pemerintah Kota Bandung dalam menyambut puncak KAA ke-60. Nantinya di setiap penjuru kota, gambar dua tokoh Asia Afrika kembali hadir dalam gambar lebih fresh.

Siapa pelukisnya? Dia adalah Zahrah Zubaidah. Bakat seni yang dimiliki wanita muda asal Kota Bandung ini membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempercayakan karya seninya terpampang di event internasional yang akan dihadiri oleh 109 kepala negara Asia Afrika.

Hasil karya Zahrah sanggup memikat orang yang melihat, termasuk orang nomor satu di Kota Bandung. Decak kagum adalah hal pertama ketika melihat hasil karyanya.

Kini, Zahrah sibuk mengerjakan 20 persen sketsa wajah Soekarno dan Nelson Mandela yang rencananya akan segera terpampang di penjuru kota pada awal April. Zahrah sendiri diberi target untuk segera menyelesaikan lukisan tersebut hingga penghujung bulan.

"Targetnya harus selesai 26 Maret ini," kata Zahrah ketika ditemui di kediamannya di kawasan Cigadung Kota Bandung, Senin (23/3/2015).

Jika umumnya melukis menggunakan cat minyak atau bahan menggambar lain, Zahrah melukis dengan cara berbeda, yakni menggunakan krayon. Dengan krayon, dia mengaku lebih puas akan hasil akhir kendati membutuhkan kesabaran, ketelitian, keuletan, serta waktu lebih.

"Waktu itu Pak Wali minta dibuatkan dengan krayon untuk lukisan kedua tokoh KAA. Waktu saya membawa contoh lukisan, Pak Wali begitu tertarik pada lukisan yang saya buat dari krayon. Untuk pengerjaan satu minggu sudah cukup," ucapnya.

Kesulitan pertama bagi Zahrah dalam membuat gambar tersebut adalah menemukan foto Soekarno. Pasalnya, dia hanya menemukan foto presiden pertama RI yang menjadi contoh lukisannya dalam kondisi hitam putih. Sedangkan untuk Nelson Madela, tak memiliki kendala.

"Kesulitannya hanya di warna," jelas dia. [hus] (sumber: http://dunia.inilah.com/read/detail/2189455/zahrah-zubaidah-pelukis-para-tokoh-asia-afrika)

 
 
wink Gimana ..... menurut dreamers....??????
 
 
cool
cool
cool

 

22 April 2015, 10:40 (Edited on 22 April 2015, 10:42)
0
0
posts : 31
reputation : 5

Gif nya lucu yang dibawah hahaha *salah fokus*

22 April 2015, 13:37
0
0
1


FANBASE & COMMUNITY

Cheap Nike Air Max 97

4 Alasan Perlunya Jogging Track Di Kawasan Apartement

Tips Bergabung Dengan IDN Games Indonesia

Spesifikasi Lantai Parket Untuk Area Indoor dan Outdoor

Well Groomed Living Room Of Your New Home| After A Movement With Safe And Professional Packers And Movers In Gurgaon

RECENT ACTIVE MEMBERS
TOP TAGS
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close
Press Esc to close